Pemanfaatan E-Learning dalam Meningkatkan Kompetensi Guru di Daerah Terpencil dengan Pembelajaran Hybrid
DOI:
https://doi.org/10.64803/jupemba.v1i2.38Keywords:
E-Learning, Pembelajaran Hybrid, Kompetensi Guru, Daerah Terpencil, Pengembangan ProfesionalAbstract
Pemanfaatan e-learning telah mengalami percepatan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama setelah meningkatnya kebutuhan akan sistem pembelajaran jarak jauh yang efektif dan adaptif. Di daerah terpencil, di mana akses terhadap pendidikan berkualitas kerap terkendala oleh infrastruktur dan keterbatasan sumber daya manusia, penerapan model pembelajaran hybrid menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan. Model hybrid menggabungkan fleksibilitas e-learning dengan pendekatan tatap muka yang bersifat kontekstual, memungkinkan para guru tetap terhubung dengan pelatihan dan pembaruan kompetensi tanpa harus meninggalkan wilayah tugas mereka. Penelitian ini menggali lebih dalam bagaimana e-learning berbasis LMS dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam ekosistem pendidikan terbatas. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini memotret proses, tantangan, dan capaian dari implementasi pembelajaran hybrid terhadap 35 guru sekolah dasar di tiga lokasi terpencil. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposif untuk merepresentasikan tantangan geografis dan sosial ekonomi yang dihadapi dalam pengembangan profesional guru. Pelatihan dirancang dengan prinsip aksesibilitas, keterjangkauan, dan relevansi lokal, termasuk pemanfaatan perangkat sederhana dan jaringan terbatas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perubahan sikap terhadap teknologi, kemampuan dalam menggunakan aplikasi e-learning, serta peningkatan pemahaman pedagogis berbasis digital dapat dicapai secara signifikan, terutama setelah intervensi pelatihan yang dirancang secara bertahap dan partisipatif. Lebih jauh, guru juga menunjukkan kemampuan mengembangkan materi ajar digital sederhana, mengintegrasikan teknologi ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), serta meningkatkan interaksi dengan peserta didik secara kreatif. Hasil ini memperkuat argumen bahwa pengembangan kompetensi guru di daerah terpencil melalui pendekatan pembelajaran hybrid berbasis e-learning merupakan strategi yang tidak hanya relevan tetapi juga dapat diukur keberhasilannya. Kebijakan afirmatif dan dukungan multi-stakeholder sangat dibutuhkan untuk menjadikan upaya ini sebagai bagian integral dari transformasi pendidikan nasional.
References
Azmi, K., Mukhtar, L., & Burhan, L. I. (2025). Peningkatan Kualitas Pendidikan Sekolah Dasar melalui Pendekatan Literasi Digital di Daerah 3T. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Inovasi Teknologi Tepat Guna, 1(01), 1–11.
Dewi, D. A. P., Syamsinar, T., Sagita, W. R., & Jeni, F. (2025). TANTANGAN PROFESIONALISME GURU DI DAERAH 3T (TERTINGGAL, TERDEPAN, TERLUAR): KAJIAN LITERATUR TERHADAP KETIMPANGAN PENDIDIKAN. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(4), 83–95.
Diana, R., & Rodhiyana, M. (2023). Kompetensi pedagogik guru pendidikan agama Islam di era digital. Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 1–13.
Entriza, A. N., & Puspitasari, F. F. (2025). Studi Literatur: Integrasi Teknologi Informasi Dalam Pelatihan Guru Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam, 15(1), 62–73.
Firdaus, K., & Ritonga, M. (2024). Peran Teknologi Dalam Mengatasi Krisis Pendidikan di Daerah Terpencil. Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah, 9(1), 43–57.
Gerawati, A. P., Wardani, K., Yusuf, P. S. N., Elmenes, F. A., Rustam, N., & Khairunnisa, A. (2025). EFEKTIVITAS MODEL HYBRID LEARNING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(7), 3019–3030.
Hidayat, N., & Mesra, R. (2024). Peran Guru Sebagai Agen Perubahan Sosial Dengan Pola Pendidikan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah Ngawen. COMTE: Journal of Sociology Research and Education, 1(5), 224–238.
Khoerudin, M., Noviani, D., & Suwandi, S. (2024). Perkembangan Teknologi Pembelajaran Hibrida di Era Pasca Pandemi. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(6), 7974–7982.
Musbaing, M. (2024). Kompetensi guru PAI di abad 21: Tantangan dan peluang dalam pendidikan berbasis teknologi. Jurnal Pendidikan Refleksi, 13(2), 315–324.
Rahayuningsih, Y. S., & Muhtar, T. (2022). Pedagogik digital sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru abad 21. Jurnal Basicedu, 6(4), 6960–6966.
Rahim, A., Susanto, Y., & Rimbano, D. (2023). Pelatihan Proses Pembelajaran Blended Learning Terhadap Siswa Siswi SMA. SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(6), 313–320.
Sahra, A. P., Komalasari, K., Kayyis, I. I., Andrian, M., & Iskandar, S. (2025). Evaluasi Manajemen Sekolah Dasar Studi Kasus dalam Menantang Paradigma Konvensional dan Menciptakan Inovasi Pendidikan Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Global Education, 6(2), 313–322.
Sayangan, Y. V. (2022). Trend Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Proses Pembelajaran Di Sekolah Dasar Di Gugus R Riung Barat. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 161–180.
Syachbana, A. I., & Rahmah, A. (2023). Conceptualizing Adaptive Curriculum: A Holistic Approach to Inclusive Learning: Konseptualisasi Kurikulum Adaptif: Pendekatan Holistik dalam Pembelajaran Inklusif. Edukasi: Journal of Educational Research, 3(3), 113–124.
Taqdiraa, T., Farawita, R., Herman, H., & Azainil, A. (2024). Telaah Revolusi Mental dan Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045. Pendas Mahakam: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 9(3), 230–236.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jennisa Dwina Indriani, Tita Hasanah, Diana Susanti, Sri Kemala, Loli Setriani, Meliza Budiarti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


